catatanku
Kali ini saya cuma mau berbagi hal tentang kehidupan
Kali ini saya cuma mau berbagi hal tentang kehidupan
Assalamu alaikum
wr. Wb
Di
usia saya yang ke-20 ini saat menjalani perkuliahan Pendidikan Agama Islam,
saya di beri pertanyaan oleh Dosen “apa arti kehidupan itu?”. dan itu membuat
saya berfikir, kenapa saya hidup di dunia ini? Dan apa tujuannya?.
Dari
pertanyaan itu saya terus mencari Hadist-hadist dan firman Allah SWT. dan
mempelajari semua, meskipun saya belum paham seluruhnya, tapi saya mencoba
untuk menjawab dan menulis pertanyaan di atas.
Allah
berfirman: “Ketahuilah, sesungguhanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan
dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba
dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam – tanamannya
mengagumkan para petani; kemudian ( tanaman ) itu menjadi kering dan kamu lihat
warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang
keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak
lain hanyalah kesenangan yang palsu”. (QS. Al – Hadid : 20)
Demikian
ilustrasi Al-Quran dalam menggambarkan kehidupan dunia ini sebagai permainan,
senda gurau, perhiasan, saling berbangga dan berlomba dalam kekayaan, anak
keturunan dan lain sebagainya. Kemudian mengumpamakan itu semua dengan
tanam-tanaman yang pada awalnya mengagumkan petani kemudian menjadi kering dan
hancur. Di ujung ayat ditutup dengan ungkapan “kehidupan dunia tidak lain
hanyalah kesenangan yang palsu”. Satu hal yang paling menakutkan adalah ayat
ini disertai dengan ancaman bahwa di akhirat kelak ada azab yang keras,
meskipun ada ampunan dan keridhaan Allah.
Lalu
ada juga manusia yang mati tetapi masih hidup dan ada pula manusi hidup tetapi
mati, apa maksud dari dua kalimat itu? Hal ini dapat kita lihat dalam (Q.S 3:
169). "Janganlah kalian menyangka orang-orang yang gugur di jalan Allah itu
telah mati, bahkan mereka itu hidup dan mendapat rezeki di sisi Allah."
Dan "Tidak sama orang
yang hidup dengan orang yang sudah mati. Sesungguhnya Allah SWT mendengar orang
yang dikehendaki-Nya, sedangkan kamu tidak bisa menjadikan orang-orang yang di dalam
kubur bisa mendengar," (QS Al-Fathir 22). Maksudnya orang yang masih hidup
dikatakan mati adalah “hatinya” yang telah mati atu hatinya telah buta.
Setelah
membaca dan memahami firman firman tesebut kita tidak akan mudah menjalani
kehidupan ini, ibarat air sungai yang mengalir yang harus melalui liku-liku dan
bebatuan, seperti hidup semua pasti ada rintangannya, dan tujuan utama kita
hidup adalah untuk ibadah kepadanya Allah SWT. Dan tujuan dari ibadah itu
sendiri untuk mencari bekal di akhirat kelak dan mencari Rodho Allah SWT.